Perguruan Al Iman dirintis di Muntilan.
Sejarah Kami
Catatan Perjalanan Al Iman dari Masa Rintisan
Sejarah Al Iman adalah perjalanan panjang menjaga amanah pendidikan Islam di Muntilan. Dari perguruan kecil di masa awal, pesantren ini terus tumbuh untuk melahirkan kader ilmu, dakwah, dan pengabdian.
Pengabdian pendidikan lintas generasi.
Tradisi keilmuan dikembangkan untuk masa kini.
Milestone
Peristiwa penting dalam perjalanan pesantren
Pendirian Perguruan Al Iman
Ustadz Yunus Alwan mendirikan Perguruan Al Iman di Kampung Beteng, Muntilan dengan kurikulum salaf.
Penyempurnaan Kurikulum
Kurikulum disempurnakan dengan komposisi 65% agama/Arab dan 35% umum, membuka jalan alumni ke perguruan tinggi.
Era Keemasan Muballigh
Alumni Al Iman menjadi muballigh terkenal di Magelang dengan total 4.500+ alumni.
Wafatnya Pendiri
Kyai Yunus Alwan wafat. Kepemimpinan dilanjutkan oleh putra beliau, KH. Muhammad Hadi Yunus, MA.
Sistem 3 Tingkatan
Kurikulum diperluas menjadi MTs, MA, dan TMM (Diploma I) dengan kelas Takhossus dan paralel.
Kepemimpinan Generasi Ketiga
Kyai Muhammad Zuhaery, MA memimpin pesantren dengan visi pengembangan kurikulum terpadu.
Era TMM Terpadu
TMM menjadi sistem pendidikan terpadu yang mengintegrasikan MTs, MA, dan Takhassus dalam satu kesatuan kurikulum.
Warisan Pendidikan
Sejarah yang hidup dalam pembinaan hari ini
Perjalanan Al Iman tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Nilai pendirian, pembaruan kurikulum, dan pengabdian alumni terus menjadi dasar pembinaan santri hari ini.
Menjaga amanah pendiri dalam dakwah dan pendidikan.
Mengintegrasikan tradisi salaf, madrasah, dan pembinaan modern.
Mencetak kader yang siap mengabdi di masyarakat.
Beradaptasi tanpa meninggalkan adab dan nilai dasar pesantren.
Lanjutkan Estafet
Jadilah bagian dari perjalanan besar Al Iman
Kenali sistem pendidikan, kehidupan santri, dan informasi penerimaan santri baru Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan.