Jiwa & Motto Pondok
Fondasi spiritual dan moral yang menjiwai setiap aspek kehidupan santri di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan.
Membentuk Generasi Berkarakter di Jantung Pesantren
Pendidikan di Pondok Pesantren Islam Al Iman bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses transformasi karakter yang menyeluruh. Setiap santri dibimbing untuk menginternalisasi Panca Jiwa Pondok dan Motto Pondok sebagai landasan hidup dan pengembangan diri.
Nilai-nilai ini menjadi ruh yang mengalir dalam setiap kegiatan pembelajaran, ibadah, dan kehidupan berasrama, membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga mulia dalam akhlak dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Panca Jiwa Pondok
Lima nilai fundamental yang menjiwai seluruh atmosfer kehidupan pesantren
Keikhlasan
Melakukan segala aktivitas semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT, tanpa pamrih atau tujuan duniawi. Keikhlasan menumbuhkan motivasi intrinsik yang kuat dalam belajar dan beribadah.
Kesederhanaan
Menjalani hidup secara bersahaja, tidak berlebihan, dan mampu membedakan antara kebutuhan hakiki dan keinginan nafsu. Kesederhanaan menumbuhkan qana'ah dan empati kepada sesama.
Berdikari
Kemandirian dalam berpikir dan bertindak. Mampu berdiri di atas kaki sendiri, berinisiatif mencari solusi, dan bertanggung jawab atas urusan pribadi. Berdikari membangun percaya diri dan resiliensi.
Ukhuwah Islamiyah
Persaudaraan yang kokoh sesama Muslim berdasarkan kesamaan akidah, melampaui perbedaan suku, daerah, atau status sosial. Ukhuwah menumbuhkan toleransi, tolong-menolong, dan solidaritas.
Kebebasan
Kebebasan berpikir kritis dan berkreasi dalam koridor ajaran Islam. Bukan kebebasan tanpa aturan, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah.
Motto Pondok
Empat pilar kepribadian santri yang menjadi ciri khas alumni Al Iman
Berbudi Luhur
Al-Akhlakul Karimah sebagai landasan paling prinsipil. Penekanan pada tata krama, sopan santun, dan perilaku mulia dalam segala kondisi menjadi kewajiban setiap santri.
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Berbadan Sehat
Akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat (Al-Aqlu Saliim fii Jismi Saliim). Kesehatan fisik dijaga melalui olahraga, lingkungan asrama yang bersih, dan pola hidup sehat.
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim)
Berpengetahuan Luas
Santri dididik secara sistematik untuk memperluas wawasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, baik di kelas maupun di luar kelas, dengan tetap berpegang pada akhlakul karimah.
"Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)
Berpikiran Bebas
Kebebasan berpikir yang matang dan dewasa, tanpa menghilangkan jati diri muslim sejati. Kebebasan ini ditanamkan setelah santri memiliki budi luhur dan pengetahuan luas.
"Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)
Siapkan Masa Depan yang Lebih Baik Untuk Anak Anda
Wujudkan cita-cita mulia putra-putri Anda dengan pendidikan karakter yang kuat dan bermutu.
Informasi Pendaftaran