Pelantikan Pengurus Gerakan Pramuka Pesantren Islam Al Iman (GPPIA) 2025/2026
Gerakan Pramuka di lingkungan pesantren bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau permainan lapangan. Di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan, Gerakan Pramuka Pesantren Islam Al Iman (GPPIA) menjadi salah satu wahana penting untuk menempa kemandirian, kedisiplinan, dan kepemimpinan santri. Pada Jumat, 19 Desember 2025, dilaksanakan pelantikan pengurus baru GPPIA untuk masa bakti 2025/2026.
Pelantikan ini menjadi momen penting yang menandai estafet kepemimpinan di tubuh GPPIA. Dengan semangat satya dan darma Pramuka yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman, santri Al Iman diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa.
Ketua Putra dari Papua, Ketua Putri dari Magelang
Pada kepengurusan GPPIA kali ini, amanah sebagai Ketua Pengurus Putra diemban oleh Ganona Salim P. Thofir, santri asal Papua. Sementara itu, Ketua Pengurus Putri dipercayakan kepada Uliya Tri Khairunnisa, santri putri asal Magelang. Keduanya merupakan santri yang dikenal aktif, disiplin, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan kepramukaan di pesantren.
Terpilihnya Ganona dari Papua menunjukkan bahwa Pesantren Islam Al Iman Muntilan benar-benar menjadi rumah bagi santri dari berbagai penjuru Nusantara. Perpaduan latar belakang santri dari daerah yang berbeda ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun semangat persaudaraan dan kebhinekaan di lingkungan pesantren.
Pramuka sebagai Media Pembentukan Karakter
Gerakan Pramuka di pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang mandiri dan bertanggung jawab. Melalui berbagai kegiatan seperti perkemahan, latihan kepemimpinan, pioneering, hingga bakti sosial, santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Di Al Iman Muntilan, aktivitas GPPIA diarahkan untuk menguatkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah, gotong royong, dan kepedulian sosial. Santri dilatih untuk sigap, terampil, dan peka terhadap kebutuhan lingkungan, sekaligus tetap menjaga adab dan akhlak sebagai identitas santri.
Harapan untuk Kepengurusan Baru
Kepengurusan baru GPPIA diharapkan mampu menghadirkan program-program kreatif dan edukatif yang selaras dengan visi pesantren. Mulai dari penguatan keterampilan dasar Pramuka, pembinaan mental spiritual, hingga penguatan jiwa kepemimpinan santri baik di tingkat gugus depan maupun di lingkungan pesantren secara umum.
Bagi para pengurus, amanah ini bukan hanya tugas organisatoris, tetapi juga media untuk mengasah diri menjadi pemimpin yang rendah hati, tegas, dan bijaksana. Sementara bagi seluruh anggota, keaktifan dalam kegiatan Pramuka akan menjadi bekal berharga ketika kelak terjun di tengah masyarakat.
Pramuka, Santri, dan Masa Depan Umat
Pelantikan pengurus GPPIA ini menegaskan komitmen Pesantren Islam Al Iman Muntilan untuk terus menghadirkan pendidikan yang utuh: menggabungkan ilmu agama, akademik, dan keterampilan hidup. Santri tidak hanya dibekali kemampuan membaca kitab, tetapi juga dilatih memimpin regu, mengatur kegiatan, dan bekerja sama dalam tim.
Bagi orang tua yang mendambakan anak shalih-shalihah yang mandiri, berani, dan berakhlak mulia, kehadiran GPPIA menjadi salah satu bukti nyata bahwa pesantren adalah ruang terbaik untuk membina generasi masa depan.